Beranda > Catatan @JuraganBimbel > Etika Bisnis? Catatan Singkat Tentang Mini Banner

Etika Bisnis? Catatan Singkat Tentang Mini Banner

Beberapa pekan ini LPP Smart Students kembali melakukan pemasangan mini banner di area Rempoa, Ciputat, Pondok Pinang, Bintaro, dan sekitarnya. Cukup melelahkan, terutama karena pemasangan mini banner biasanya dilakukan malam hari, sementara esok harinya kami masih tetap harus beraktivitas.

Namun, lelah kami cukup terbayar, karena boleh dibilang ada peningkatan signifikan dalam jumlah pendaftar dan calon guru. Menurut analisis pribadi saya, mini banner adalah metode promosi paling efektif kedua dalam memperkenalkan brand LPP Smart Students kepada calon customer. Yang pertama? Kasih tau gak ya? 🙂

Mini banner adalah banner berukuran kecil, biasanya 40×60 cm, yang diberi rangka bambu dan dilekatkan di pohon, tiang listrik, lampu penerangan jalan, dsb. Sejauh yang saya ketahui, mini banner lebih banyak dipasang oleh UMKM, karena ongkosnya yang relatif murah namun tetap efektif. Namun, tak sedikit pula agen properti besar (yang jelas omzetnya milyaran rupiah) juga ikut menjadikan mini banner sebagai salah satu “senjata” di bidang pemasaran.

Pengalaman kurang menyenangkan juga sempat dialami tim kami selama ini, mulai dari tersetrum, mini banner yang mendadak hilang atau rusak beberapa hari kemudian, dll. Namun, ada satu hal yang menurut saya betul-betul tidak pantas dilakukan orang terhadap mini banner milik orang lain, yaitu yang seperti ini:

mini-bannerSejauh yang tim kami ketahui, tidak hanya mini banner kami yang menjadi korban payahnya etika bisnis perusahaan penyewaan bus ini. Mini banner bimbel lain, jasa aqiqoh, dan bahkan cetak sablon kaus juga tak luput dari ketidakpatutan ini. Satu-satunya alasan saya memposting gambar ini di blog pribadi adalah supaya si pemilik bisnis rental bus ini sadar bahwa usaha promosi yang membabi buta macam ini malah menghilangkan simpati orang kepada brand-nya.  Padahal kalau mau dipikir lebih jauh, pemilik dan pengelola usaha yang mini banner-nya dibajak pun sebetulnya adalah konsumen potensial untuk penyewaan busnya.  Setelah kejadian ini, saya pribadi tentu akan pikir-pikir seribu kali jika harus menyewa bus. Tentu bukan di perusahaan yang iklannya membajak iklan usaha saya. 🙂

Mau ngobrol dengan saya? Follow saya di Twitter (@JuraganBimbel)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: