Beranda > Hari-Hari > Menuhankan Allah Dengan Sebenar-benarnya

Menuhankan Allah Dengan Sebenar-benarnya

Beberapa bulan ini Allah menguji saya dengan beberapa hal yang kemudian membuka mata saya tentang bagaimana sebetulnya saya harus memposisikanNya. Meskipun saya akui, bukan berarti saya kemudian tak berbuat dosa. Dosa dan maksiat itulah yang kemudian harus saya ‘bayar tunai’, agar tak lalai.

Yang pertama, saya belajar bagaimana posisi sebenarnya takdirNya. Ketika kita sakit, entah sudah jungkir-balik berobat bagaimanapun, kesembuhan tetap ada di tanganNya. Kesembuhan bukan tergantung semujarab apa obat yang kita telan. Tentang susah dan senang, adalah hak prerogatifNya untuk memberi susah dan senang pada kita. Yang penting kemudian adalah bagaimana penilaian diri kita menurutNya. Siapa yang menyertai kita saat itu? Allah, ataukah yang lain?

Kedua, saya belajar tentang ketergantungan. Betapa saya selama ini sebagai manusia, banyak bergantung (mungkin secara tidak sadar) kepada selain Allah. Saya mengeluhkan pemberianNya pada makhluk, merasa tak berdaya ketika tak punya uang. Seolah uang adalah penentu segalanya.

Joglo, Desember 2011

ditemani cedera di kaki…

Iklan
Kategori:Hari-Hari
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: