Beranda > Uncategorized > Tentang Masalah

Tentang Masalah

“Jika Anda tak punya masalah dalam hidup, itulah masalahnya!”
Ya, hidup dan masalah adalah satu paket, ibarat HP dual card made in china plagiat BB & simcard operator lokal yang doyan perang tarif. Masalah akan tetap ada, selama kita masih bernyawa. Setelah mati pun bisa jadi kita bisa jadi masih akan punya masalah (na’udzubillah) dikarenakan yang kita buat semasa hidup. Masalah akan tetap hadir, hanya saja berbeda bentuk dari waktu ke waktu.

Persepsi & Sikap
Berat ringannya masalah adalah sesuatu yang subjektif. Hal yang sama yang dialami dua orang berbeda bisa jadi disikapi berbeda. Buat seseorang, sisa uang di dompet tinggal Rp. 20.000,- sudah merupakan masalah besar. Buat orang lain, belum tentu… Sikap yang kemudian muncul pun akan berbeda-beda…
Saya akan menceritakan pengalaman seorang teman saya ketika menghadapi musibah. Insya Allah akan bisa dijadikan teladan.

Sebut saja namanya Bang Fulan. Seorang lelaki muda, dengan seorang isteri dan anak yang lagi lucu-lucunya. Sebagaimana layaknya seorang ayah, beliau menaruh harapan besar pada anaknya agar tumbuh dewasa dan berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Takdir menuntun ke jalan lain. Anak beliau satu-satunya kemudian harus direlakan untuk berpulang ke sisi-Nya. Sebagai manusia, beliau sedih dan menangis. Dan itu memang wajar sebagai manusia… Isteri beliau pun tak kalah sedihnya, namun keimanan menjadikannya tegar. Tak sampai meraung-meraung meratapi kepergian sang anak. Hingga memancing mulut-mulut nyinyir di sekitar berkata begitu tajam, “Ibu macam apa tuh, ditinggal mati anak kok nggak ada sedih-sedihnya…” Tidak, bukannya mereka tidak sedih. Namun memilih untuk bersedih dengan cara sesuai koridor syariat.
Hingga beberapa bulan kemudian si abang ini merasa heran dengan sikapnya sendiri. Kenapa bisa begitu tenang menghadapi masalah sebesar itu. Hingga ia mempertanyakan apakah ia masih dirinya? Maka, hikmah yang beliau ambil dan (kemudian) sampaikan pada saya adalah : Berbaik sangka kepada Allah dalam menghadapi masalah adalah salah satu bentuk pertolongan-Nya. Bahwa nikmat tetap bisa berhusnuzhon pada Allah di kala genting adalah sesuatu yang harus disyukuri, dan bahwa pertolongan Allah tak selamanya hadir dengan tiba-tiba. Bahwa pertolongan itu bisa jadi sudah hadir, hanya saja kita belum menyadarinya.
Satu lagi nasihat beliau, bahwa kita diberi masalah oleh Allah karena kita adalah orang yang sanggup melaksanakannya. Orang lain, belum tentu…

Teladan Para Nabi
Nabi Musa as dikejar-kejar oleh pasukan Firaun yang bersenjata dan siap membunuh ia dan kaumnya. Sementara di depan, hanya ada laut yang luas membentang. Berhenti berjalan, mati oleh pedang. Terus maju, tenggelam.
Nabi Yunus as harus diceburkan ke dalam laut karena kapal yang ia tumpangi kelebihan muatan. Jika ia tidak diceburkan maka seluruh penumpang tenggelam. Kemudian ia ditelan oleh seekor ikan raksasa. Gelap, dicekam ancaman kematian dicerna dalam perut.
Rasulullah saw dikejar-kejar segerombolan pemuda bersenjata, hingga terpaksa bersembunyi di gua yang gelap.
Para nabi & rasul itu dihadapkan pada titik nadir. Tak bisa mundur ke belakang, namun juga jalan buntu didepan. Mereka kemudian berdoa, menyeru pada Allah, Sang Mahakuasa.

Maka, jangan menyerah… Perjalanan masih panjang!

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: