Beranda > budaya, EksKul: Eksplorasi Kuliner > Fastfood Kaki Lima dan Seruan Boikot Produk Yahudi

Fastfood Kaki Lima dan Seruan Boikot Produk Yahudi

Ini bermula saat Ramadhan lalu saya berjanji pada adik bungsu saya yang masih kelas 2 SD untuk mentraktirnya pizza jika ia bisa berpuasa penuh satu bulan. Singkat cerita, saya harus menepati janji. Jadilah saya bertanya ke Abah Google tentang restoran pizza yang enak dan murah. Dan ternyata, di daerah Reni Jaya Pamulang dan Cipulir, Kebayoran Lama ada warung pizza merek lokal yang bernama “Pizza Rakyat” yang menjual pizza mulai dari Rp. 9.000,-. Nih tampilan gerainya:

Sepulang kerja, saya langsung datangi outlet yang di Cipulir dan memesan dua boks untuk dibawa pulang. Awalnya sempet underestimate juga, ngeliat tempatnya yang sederhana. “Apa iya beneran rasa pizza? Jangan-jangan jadinya kayak apem diasinin dan dikasih saos?” pikir saya. Saya lihat proses pembuatannya. Meskipun bahan toppingnya tidak persis seperti yang ada di Pizza Dut dan Babeh Ron (kejunya pake cheddar kayaknya), tapi setelah dimakan saya cukup terkaget-kaget karena rasanya cukup berasa pizza dan rotinya juga nggak bantat. Finishingnya, di atas pizza yang udah matang ditambah rajangan bawang India (bombay maksudnya…) dan mayones. Sebelas-dua belas lah sama merek-merek terkenal. Satu loyangnya cukup nendang kalo dimakan berempat, apalagi sendiri. (Jadi pengen beli lagi kapan-kapan… 🙂 )

Saya jadi ngeh, bahwa sebenarnya seruan boikot produk pendukung zionisme yang dulu pernah diserukan Syaikh Yusuf Qaradhawi nggak terlalu direspon ama masyarakat muslim dunia salah satunya karena mereka belum punya alternatif pengganti. Salah duanya (tadi kan salah satu…), yang udah ada alternatifnya pun belum diganti karena masyarakatnya belum punya kesadaran atawa masih silau ama gengsi memakai produk zionis tersebut. Merek-merek tersebut  punya orang luar negeri pula, keuntungannya dibawa pulang ke negerinya. Belum lagi syarat-syarat konyol franchisor seperti tepung dan keju untuk bahan-bahan baku harus diimpor dari negeri Uwak Sam. Hadirnya produk-produk fastfood (untuk saat ini) kaki lima sedikit banyak harus mendapat apresiasi karena mereka membangun ekonomi Indonesia di sektor riil dan memberi alternatif bagi bangsa yang hampir jatuh konsumtif ini.

Naah…Di bawah ini beberapa merek fastfood lokal lain yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi di daerah Kebayoran Lama. Insya Allah halal, lokal, dan terjangkau.

Master Fried Chicken : Depan Pasar Inpres Cidodol

Kebab Turki Baba Rafi : Komplek Sekretariat Negara Cidodol

Corner Kebab : Jl. Panjang Cidodol, depan toko listrik BWI

Delima Fried Chicken : Depan Indomaret Jl. Panjang Cidodol

(Dulu ada Ummi Kebab dan Edam Burger di daerah Rawa Kemiri, tapi dah tutup…)

Silahkan agan-agan share info lain kalo ada yang yummy dan murah ya 🙂

Iklan
  1. 23 September 2010 pukul 5:07 am

    Sedikit sulit untuk masyarakat kita yang selalu tergantung produk luar. Bangsa kita bangsa yang manja, beda dengan bangsa China. Menurut gue tidak ada salahnya produk luar masuk sebagai pesaing untuk produk domestik, yang itung untuk menghormati jaman globalisasi, namun perlu ada pembatasan dari pemerintah. Masyarakat kita juga sangat peka terhadap produk yang bisa membahayakan dan mencoreng suatu agama. Jadi tidak usah takut untuk produk dari Amerika atau Yahudi dan sebagainya.

  2. 30 Oktober 2010 pukul 6:42 pm

    ass. mas Andrie, terima kasih telah men-tag PIZZA RAKYAT di web milik mas. Smg PIZZA RAKYAT tetap mendapat respon dari anda. Saran dan kritik akan selalu membantu kami dalam mengembangkan usaha. Wass. Owner PR.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: