Beranda > Uncategorized > Kriteria Ikhwan Siap Nikah? (Observasi Kecil-kecilan)

Kriteria Ikhwan Siap Nikah? (Observasi Kecil-kecilan)

Sebagai bujangan, saya seringkali bertanya tanya dan dilanda risau (ceilah!) Apa sih kriteria yang bisa diukur sehingga seorang ikhwan bisa disebut siap nikah. (Atau istilah di ilmu pendidikan, apa Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya?) Berikut adalah jawaban-jawaban hasil gerilya yang saya sarikan dari beberapa ikhwan senior saya baik di kampus maupun sekolah yang sudah lebih dulu menggenapkan separuh diennya…

Non Materiil

  1. Aqidah serta konsep diri yang jelas dan kokoh.
  2. Ilmu-ilmu keislaman dasar seperti fiqh thaharah, fiqh ibadah, fiqh munakahat, ilmu dasar terkait qur’an dan sunnah, dll.
  3. Kesadaran dan kesiapan mental bahwa setelah menikah, ia akan memiliki isteri dan dua keluarga lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Termasuk juga perbedaan kebiasaan dan adat istiadat yang terkadang (katanya) bisa jadi masalah. Tak lupa pula kesiapan untuk diperlakukan sebagai entitas sosial tersendiri yang terlepas dari orang tua, kalau waktu bujangan dipanggil “Mas”, sudah nikah akan masuk kategori “bapak-bapak”.
  4. Hubungan yang sehat dengan Allah

Materiil

Nah, kalau yang ini ada sedikit khilafiyah… 🙂 Hampir semua   responden sepakat bahwa akan ada pertolongan Allah yang diberikan pada pemuda yang menikah demi menjaga dirinya, namun penyikapannya sedikit berbeda. Ada yang berpendapat, ya sudah maju saja berapapun penghasilan Antum, lha wong niat baik masak Allah ndak bantu. Entah bagaimana, ndilalah nanti akan ada jalannya.

Ada juga yang berpendapat sama tapi dengan beberapa catatan. Ada beberapa jenis pengeluaran yang sebaiknya Antum yakin bisa cukupi, antara lain:

  1. Kebutuhan dasar (sandang-pangan-papan)
  2. Kesehatan
  3. Hiburan
  4. Kebutuhan-kebutuhan sosial (terkait keluarga besar, tetangga, dll.)

Keempat kategori ini penting, karena Antum gak cuma hidup berdua dengan isteri dan makan dari satu piring yang sama (emangnya lagu dangdut? :} )

Untuk mahar dan walimah (ini dia yang sering bikin jiper!), kalau untuk yang “sederhana” dalam pengertian walimahnya diadakan di rumah, yang masak keluarga sendiri dengan beberapa menu, panitianya adik-adik kelas sama temen-temen liqo’, ya abis-abis sekitar–jangan kaget–Rp. 25 Juta. Mau lebih mewah lagi? Siap-siap kuras tabungan lebih dalam lagi. Tapi ini katanya tergantung kultur calon mertua dan kemampuan bernegosiasi calon isteri serta posisi tawar beliau dalam keluarga.

Nah, gambaran awalnya seperti itu. Saya sendiri belum mampu menikah sampai saat tulisan ini dipublikasikan, namun semoga bisa membantu teman-teman yang membutuhkan.

NB : Jazakumullah buat Bang Arie, Bang Imam, dan Bang Ilham. Ane pengen banget bisa ngikutin jejak antum secepatnya… 😀

Iklan
  1. mioariefiansyah
    26 Januari 2010 pukul 7:00 pm

    smoga dilancarkan ya

    aminnnn

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: