Beranda > budaya > Nasi Kucing= Nasi + Lauk Kucing?

Nasi Kucing= Nasi + Lauk Kucing?

Kalau Anda mendengar nama Nasi Ayam Hainan, pastilah yang terbayang di benak adalah “seperangkat” nasi lengkap dengan lauk ayam yang lezat. Makanan Tionghoa ini tidaklah sulit ditemui di sekitar Jakarta dan cukup familiar. Lalu bagaimana dengan sego kucing alias nasi kucing? Apakah nasi berlauk daging kucing? Aaarrgh!!!! 😛

Yuk kita lihat seperti apa wujudnya:

nasikutjing

Tenang, sate hati dan usus itu bukan diambil dari kucing. Nasi Kucing adalah menu khas Solo yang berisikan nasi, baceman, ikan teri kering dan sambal. Kenapa disebut nasi kucing? Oalah, ternyata karena porsinya yang sangat sedikit sehingga seolah-olah nasi yang akan dijadikan makanan si Meong. Menu ini biasanya dijual di warung khas yang disebut Angkringan yang juga menjual menu pelengkap seperti wedang jahe atau teh panas. Penasaran? Coba saja, dijamin Anda pasti nambah! (Lha wong porsinya kecil betul…) Miaauww!!!

Iklan
Kategori:budaya
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: