Beranda > budaya > Asal-Usul Roti Buaya

Asal-Usul Roti Buaya

Kalau Anda dibilang buaya, bersyukurlah! Berbeda dengan konotasi frase “buaya darat”, konon reptil besar ini merupakan hewan yang sangat setia kepada pasangannya. Seekor buaya jantan hanya punya satu pasangan sampai mati, till death do us apart, kata orang Londo(n).

Inilah latar belakang mengapa masyarakat Betawi membuat dan menghantar roti buaya pada acara pernikahan mereka. Harapannya semoga pengantin baru tersebut saling setia dan langgeng satu sama lain sampai mati. Sebelum dibuat dalam bentuk roti, figur buaya ini sempat dibuat dari bahan lain seperti kayu dan tanah liat. Dulu figur buaya ini dipercaya dapat menolak bala dan bencana, mungkin sisa-sisa kepercayaan pra-Islam. (Kalau saja KPK sudah ada dari dulu, mungkin sekarang ada roti cicak 😀 )

Iklan
Kategori:budaya
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: